Tips Menyimpan ASIP Saat Jalan-Jalan Ke Luar Negeri

Kali ini saya mau cerita tentang tips menyimpan ASI saat jalan-jalan ke luar negeri dengan menggunakan Gabag cooler bag. 
Model Gabag in action 😆
Gabag, merk yang fenomenal bagi para Busui dan Bumil, sudah dipercaya dari waktu ke waktu sebagai tas ASIP yang aman karena kemampuan menyimpan ASIP dengan tahan lama dan kualitasnya ngga perlu diragukan lagi pastinya.  By the way anyway busway, ngomong-ngomong soal Gabag, udah pada tau belum kalau saat ini Gabag sedang mengadakan kampanye #GabagJelajahIndonesia yang hadiahnya bikin mupeng gila, yaitu liburan seru 3 hari 2 malam ke Pulau Cinta Eco Resort untuk 2 orang termasuk tiket pesawat PP dari kota pemenang... Wagelaseeh, pecinta Gabag yang sering jalan-jalan harus banget ikutan ini mah. 

Cara ikutan kampanye #gabagjelajahindonesia gampang banget, beli #tiketkemanapun di @tiketcom dan menangkan paket liburannya. Tidak lupa juga, sebagai bentuk apresiasi kepada #ibuasigabag  selama tahun 2018 GabaG akan memberikan hadiah Paket Hotel, Dinner dan Spa (jika hotel menyediakan pelayanan spa) dan ini berlaku untuk seluruh Indonesia (wageelaseeh lagii ini maaah)
Syaratnya:
  1. Peserta harus follow @gabagindonesia , @gabagreview dan @tiketcom
  2. Gunakan selalu #gabagjelajahindonesia , #gabagindonesia , #gabagers dan #tiketkemanapun selama mengikuti event ini
  3. Gunakan #ibuasigabag (khusus untuk event Ibu ASI tiap bulan)
  4. Peserta harus mereview produk GabaG dan foto bersama produk GabaG kemudian di tag ke @gabagindonesia , @gabagreview , @tiketcom dan 3 teman
  5. Peserta boleh memposting lebih dari 1 kali saat event berlangsung.

Jadi inga-inga, ayok ikutan #gabagjelajahindonesia beli #tiketkemanapun cuma di Tiket.com dan menangkan hadiahnya!  
***
Baiklah, setelah keriaan kampanye Gabag, mari kembali ke urusan ASIP hahahaha. Buat Ibu bekerja seperti saya, ASI perah itu barang berharga yang dikumpulkan dengan susah payah demi memenuhi suplai anak bayi ketika ditinggal dan berusaha ngasih yang terbaik untuk anak dalam bentuk ASIP. 

Flash back ke masa Raya bayi, ketika masuk kantor awal-awalnya saya rajin merah ASI, sayangnya dengan kesibukan pekerjaan yang bertambah, rapat tiba-tiba yang ngga jelas, bikin rutinitas merah ASI jadi keteteran dan berujung tabungan ASIP Raya tinggal dikit dan saya harus kejar tayang merah demi memenuhi kebutuhan ASIP. Alhamdulillah Raya bisa saya kasih ASI sampai 2 tahun meskipun dicampur UHT ketika umur 1,5thn. Berkaca dari pengalaman tersebut, sekarang saya berusaha merah ASI dimanapun, kapanpun, agar tabungan ASI Shasha tidak berkurang, apalagi ketika kami sekeluarga jalan-jalan ke luar kota atau ke luar negeri. 

Ketika saya & Abah merencanakan liburan keluarga ke Bangkok, satu yang saya pikirkan adalah bagaimana caranya tetap memerah ASI disana dan memboyongnya kembali dengan selamat tak kurang satu apapun ke Jakarta. Karena dulu, waktu perjalanan ke Nepal, saya sempat nangis bombay karena ASI yang udah diperah dengan susah payang ketinggalan aja gitu dong di freezer hotel, hiks... Asli lupita dan baru inget setelah udah ada di pesawat, bye bye ASIP 😓 Semenjak saat itu cooler bag saya hilang ntah kemana dan akhirnya saya beralih ke cooler bag lain yaitu Gabag! 

Gabag Cooler Bag yang Cocok untuk Perjalanan Jauh
Dari sharing dengan para Busui dan Bumil, rata-rata mereka memilih Gabag cooler bag karena keunggulan yang dimiliki Gabag sebagai berikut: 
  1. Sebagai tempat penyimpan ASIP karena awet dan tahan lama
  2. Tidak perlu repurchase untuk kehamilan selanjutnya karena awet dan kualitasnya ngga diragukan lagi, jadi bisa menghemat uang
  3. Memiliki daya tahan penyimpanan hingga 20 jam  
  4. Muat banyak
  5. Memiliki kompartemen yang dapat digunakan tidak hanya untuk menyimpan ASI, tapi juga bisa digunakan untuk tempat makanan atau barang-barang keperluan bayi lainnya
  6. Mendapatkan award dari Mother & Baby Readers Award 2017, dan TOP BRAND for Kids 2015

Jadi ngga salah dong kalau saya memilih Gabag sebagai cooler bag yang menemani saya selama menyusui dan jalan-jalan ke dalam atau luar negeri. 
Perlengkapan perang Busui dari Gabag semuanya berkualitas, aman, awer & mudah didapat 
Nah sekarang sesuai janji saya, saya mau membagikan tips ala-ala gimana caranya saya menyimpak ASIP saat jalan-jalan ke luar negeri. 

Persiapan untuk menyimpan ASIP saat jalan-jalan ke luar negeri diawali dengan peralatan perang selama perjalanan yaitu: 
  1. Cooler bag yang tahan lama dan memiliki daya tampung banyak apalagi jika akan bepergian lebih dari 3 hari, pastikan cooler bag tersebut mampu menampung semua ASIP yang diperah selama perjalanan, dan Gabag cooler bag cocok banget saya bawa kemana-mana karena memiliki 2 kompartemen, jadi bisa muat banyak
  2. Ice gel/Ice gel pack, bawa sebanyak-banyaknya agar bisa menjaga suhu ASIP yang sudah beku
  3. Pompa usahakan bawa manual dan elektrik, karena takutnya ngga ada colokan jadi sudah diantisipasi dengan pompa manual
  4. Kantong plastik khusus ASIP
  5. Sterilizer tablet, untuk mensterilkan semua peralatan memerah, dulu saya beli di Mothercare, sayangnya sekarang udah ngga ada tapi ternyata beli di olshop masih ada 
  6. Zipper bag, lakban, dan spidol permanen untuk membungkus ASIP dengan baik dan menandai ASIP sesuai tanggal memerah. 
  7. Apron menyusui agar dapat memerah dimanapun, kapanpun. 

Persiapkan Informasi dan Dokumen Pendukung
Aturan penerbangan internasional yg membatasi penumpang membawa cairan tdk berlaku utk ASIP. Amerika Serikat melalui Badan Keamanan Transportasi, menerbitkan aturan:
  1. Ibu yang terbang dengan atau tanpa anak dibolehkan membawa ASI/susu formula/jus dalam jumlah lebih dari 90 ml, asal dilaporkan dulu (declared) di pabean.
  2. ASI maupun susu formula boleh dibawa di tas jinjing atau tas lainnya.
  3. Prosedur pemeriksaannya sama dengan barang-barang lain, yaitu melalui pemeriksaan sinar-x, pabean dan boleh dibawa ke kabin.
  4. Ortu dan anak tidak akan diminta untuk mengetes ASI atau susu formula.
  5. Pisahkan ASI atau susu formula tersebut dari cairan lain.

Selain Paspor, Visa dan tiket, dokumen-dokumen yang harus disiapkan untuk membawa ASIP adalah: 
  1. Copy/Print dari peraturan TSA (bilamana petugas tidak mengetahui tentang peraturan ini) 
  2. Surat Keterangan Dokter yang menyatakan bahwa kita adalah ibu menyusui yang bepergian

Jangan lupa selalu melapor bahwa kita membawa ASIP ketika melalui security check point.

Ketika ditujuan, jangan lupa untuk memompa usahakan 2 jam sekali, agar ngga rembes, rada ngga enak kan kalau lagi jalan-jalan tetiba baju basah dibagian dada... Dan disinilah fungsi apron & pompa manual bekerja 😉. Setelah berhasil mengumpulkan ASIP, tantangan berikutnya adalah membawa semua ASIP dengan selamat ke Jakarta dengan menggunakan ice gel yang banyak. Oh iya, jangan lupa menitipkan ASIP di freezer hotel, karena kulkas hotel biasanya tidak dapat membekukan ASIP dengan baik. Ketika perjalanan pulang, bungkus semua ASIP dengan baik, masukan kedalam plastik dan dibungkus lakban erat dikelilingi ice gel. Jangan buka tutup cooler bag selama perjalanan agar suhu cooler bag tidak berubah, dan pastikan memakai Gabag cooler bag yang memiliki daya tahan menjaga suhu ASIP selama 20 jam. 
Segala kerempongan yg saya alami terbalas ketika melihat Shasha sehat dan tabungan ASIPnya mencukupi 😍
Kalau dipikir-pikir, rempong banget ya ngurusin ASIP pas lagi jalan-jalan, tapi semua kerempongan tersebut akan terbalas ketika saya bisa memberikan ASI untuk Shasha dan tidak perlu lagi kejar tanyang karena tabungan ASIPnya mencukupi. Lagian buat anak, apa sih yang ngga kita lakukan, kalau cuman ngurusin ASIP selama jalan-jalan doang kayak gini mah keciiiilll hahahha, karena pastinya semua Ibu ingin memberikan yang terbaik buat anaknya, dan kerempongan yang saya alami selama jalan-jalan ini adalah usaha saya dalam rangka memberikan yang terbaik untuk Shasha 😙

Gimana Buibu? Punya cerita yang sama kah? Atau punya pengalaman lain ketika jalan-jalan sambil menabung ASIP? Sharing yuk biar ilmu saya bertambah 😘

CONVERSATION

9 comments:

  1. Mba Sandraa...makasi udah share ini. Aku masih banyak gak tau soal perASIPan kalau mau bepergian. Ah,jodoh deh ketemu tulisan lengkap mba San :D

    ReplyDelete
  2. baca ini jadi sedih, krn dl ga bisa nyusuin Ming xia secara eksklusif :'( untung anaknya sehat hehehee

    ReplyDelete
  3. Aku pgn cubit sasha pas di foto paling atas hahahahaha.. Dia menggemaskan sekaliiii.. Posenya itu :D. Kayak tau aja lagi di foto :) .

    ReplyDelete
  4. Produk Gabag the best banget deh, lucu2 pula, dulu punya dan awet ehhh tapi ilang huhu.

    ReplyDelete
  5. hooh bener mih kulkas hotel ge hati2 temen aku dibuang sa cooler bag dapet merah dari pagi sampe sore lalu dia nangis bombay paginya karena kulkasnya zonk :p

    ReplyDelete
  6. lucu amat teeh tasnyaa.. jadi pengen punya baby, #ehhh

    ReplyDelete
  7. Mambes, manfaat bgd dah. Kudu siap rempong demi anak, apapun demi yang terbaik bagi anak pasti dikerjain ya mambes.

    Jadi Pengen beli Gabag *eaaa

    ReplyDelete
  8. punya gabag waktu si bungsu masih kecil, saking awetnya masih bagus sampe skrg dan dipake sama adek yg baru punya baby :).

    ReplyDelete
  9. Aku belom kebayang itu ice gel packnya pas belum dipakai gimana. Apa setelah ditaruh freezer dia akan membeku dan siap pakai? Haha. Aku nanti nanya2 langsung deh pas ketemu Mba. Kalau soal brand ini aku udah nggak asing lagi. Temen2ku yang udah punya baby pada pake ini. Mungkin nanti aku pakai juga kali ya. Haha :p

    ReplyDelete

Back
to top