Traveling: Let's Collect Moment and Not Losing Them

Sering ngga sih, kalau liat foto jalan-jalan di medsos orang lain atau orang yang dikenal, kita langsung ngiler dan latah pengen ikutan berangkat seketika itu juga?

Kalau jawabannya iya, tos sama saya hahahaha. Apalagi kalau tempatnya emang udah wishlist dari dulu dan bagus banget... Jadi kepikiran, duuuh kapan yaaa saya & keluarga bisa kesana ((tetep keluarga juga ikut dong)).

Masalahnya, ketika berlibur, apa sih yang kita cari? Hayo apa coba? hahahahha #berasaguru. Coba deh diingat-ingat;
  • Apakah perjalanan yang dilakukan bertujuan untuk menambah pengalaman, dan memori atau menambah album foto yang bisa dibanggakan #aliaspamer? 
  • Apakah perjalanan yang dilakukan untuk mendapatkan petualangan yang menarik atau yang menantang dan keluar dari zona nyaman?
  • Apakah perjalanan tersebut untuk memahami orang dan budaya yang berbeda, atau untuk mengumpulkan kenangan keluarga di daerah tersebut?
  • Apakah tujuan bepergian untuk beristirahat di tempat yang indah?
  • Atau apakah perjalanan yang dilakukan untuk melepaskan segala penat dan gundah gulana  yang ada #eeeaaa?

Ada yang bilang kalau traveling (apalagi bersama keluarga) adalah salah satu cara untuk mengumpulkan memori... Are we really doing that? Are we collecting memories while traveling or losing them? Jangan-jangan saking sibuknya foto-foto ketika jalan-jalan - biar eksis di medsos - kita malah melupakan hakikat ((hakikaaat)) kebersamaan bersama keluarga dan menikmati perjalanan tersebut, dan ketika pulang ke rumah malah mikir, kemarin kok jalan-jalannya rada kurang berkesan yaa... 
Are we collecting memories while traveling or losing them?
Kali pertama berlibur sama Abah, kami merasa model backpacker akan cocok dengan kondisi keuangan yang saat itu emang ngga banyak-banyak amat :D. Tapi seiringnya waktu, ternyata minat kami untuk melakukan perjalanan berubah... Tidak lagi mementingkan perjalanannya, tapi lebih mementingkan pengalaman atau memori apa yang kami dapat saat dan setelah perjalanan dilakukan :)

Untuk saya dan Abah, liburan wajibnya menjadi momen yang mengesankan bagi kami. Apalagi sekarang ada Raya, saya ingin Raya merasakan pengalaman melihat kota-kota lain, baik di Indonesia maupun di mancanegara agar dapat melihat berbagai macam perbedaan yang ada di sekelilingnya, tanpa melupakan untuk mengabadikan setiap kenangan yang ada dengan foto-foto.


Tipe Liburan, Gaya Ransel atau Koper? 
Kebanyakan kalau ditanya tipe liburan apa, banyak yang membagi jadi koper dan ransel :D
  • Gaya koper biasanya mencerminkan traveler yang tidak mau susah, lebih memilih liburan aman, nyaman dan biasanya tidak terbentur dengan biaya. 
  • Gaya ransel cocok untuk yang berjiwa petualang dan berhemat, dengan ide agar dapat menekan biaya seminim mungkin sehingga dapat memperlama waktu liburan.

Dari pengalaman saya jalan-jalan, dan tentunya sekarang memiliki Raya, saya kurang cocok kalau memilih gaya ransel untuk berlibur hahahhaa #anaknyamanjakaak, gaya koper lah yang cocok untuk saya, karena saya memilih kenyamanan dan menghindari hal-hal yang membuat saya sengsara ketika berlibur, jadi, ketika merencanakan liburan dengan keluarga, saya mengumpulkan pundi-pundi uang terlebih dahulu untuk mendapatkan kenyamanan, rasa aman dan pengalaman yang sesuai dengan keinginan.

2 hal penting yang saya usahakan harus didapat ketika berlibur bersama keluarga yaitu:
Go Explore: Maksudnya disini saya usahakan untuk datang ke tempat yang memiliki atraksi atau menawarkan hal baru. Contohnya hotel anti mainstream seperti Bambu Indah Ubud yang menawarkan suasana back to nature dan aktvitas lain di hotel seperti melihat demo memasak dan mengikuti para staf hotel ketika menanam/memetik hasil bumi di lahan yang telah mereka sediakan. Pokoknya tempat yang memiliki hal unik, sehingga kami dapat bereksplorasi dan melihat keseruan yang ditawarkan di tempat tersebut.

Go Experience: Artinya saya dan keluarga bisa melakukan hal melakukan sesuatu hal baru dan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan saat berlibur. Contohnya ketika kami mencoba ikut cruise di Ha Long Bay, banyak blog yang memberikan informasi bahwa perjalanan tersebut kurang cocok apabila membawa anak. Tapi ternyata pengalaman saat melakukan perjalanan dengan kapal dan bereksplorasi di sekitar Ha Long Bay membuat Raya hepi dan antusias ketika mengikuti semua kegiatan

Pengalaman Go Explore dan Go Experience ini memang yang kami cari saat berlibur karena kami tidak ingin momen liburan berlalu begitu saja hanya dengan melihat dan merasakan sesuatu yang sudah umum, sehingga jalan-jalan kami akan lebih memiliki added value yang membuat berkesan dan tentu saja memorable.  
Nyoba main kayak? Ayok, siapa takuut! :D 
Setiap orang memiliki alasan dan gaya yang berbeda ketika berlibur atau jalan-jalan. Tapi untuk saya, yang terpenting adalah perjalanan tersebut harus dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan, menambah bonding keluarga, dan membuat kami sekeluarga relax serta bahagia setelah perjalanan selesai. So, Let's Collect Moment, Go Explore, Go Experience, and Not Losing Them! :D

Give Away Alert!
Sesuai janji saya, di tulisan kali ini, saya akan memberikan give away 1 buat tas Kanken warna hijau untuk pemenang utama, hadiah lain juga ada sih.. Tapi rahasia dulu deh hahahha, yang pasti tas Kankennya akan diberikan pada 1 pemenang yang beruntung.
Hadiah utama GA
Mekanisme GA: 

  1. Follow blog ini: www.mykidneybean.com
  2. Follow IG: @5andranova
  3. Follow Twitter: @5andranova
  4. Setelah follow 3 medsos saya, tulis done pada kolom komentar dan jelaskan apa sih yang kalian cari ketika berlibur? Apakah pengalaman untuk Go Explore, Go Experience, atau dua-duanya? 
  5. Jangan lupa tulis nama, domisili, akun twitter & IG biar gampang ngecek
  6. Komentar yang paling menarik menurut juri (alias saya & Abah) akan jadi pemenang utama, sebagai tambahan dipilih 2 pemenang hiburan biar pada semangat :D
  7. Komen terakhir ditunggu tanggal 8 September jam 00.00
  8. Pengumuman pemenang akan dilakukan tanggal 9 September 2017
  9. GA ini hanya untuk yang memiliki alamat di Indonesia 
  10. Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat yaa.
Ditunggu partisipasinya ((semoga ada yang ikutan) :D 


CONVERSATION

26 comments:

  1. Asik keren euy mamih bikin GA, aku ikutan memeriahkan yah ^_~

    1. Done follow ke-3 medsosnya..

    2. Jawaban : Bagi aku liburan sebenarnya memang ingin merefresh diri dari rutinitas yang selalu berulang. Jadi apa yang aku cari tentunya faktor psikologis yang diincernya, ngerasa hepi pas liburan, excited pas sampe tempat liburan sampe memotivasi diri someday mesti balik lagi dengan plan A, b, c. Kalau faktor psikologis emang ga bisa dirasain sama orang lain tapi tolok ukurnya ada diri aku sendiri. Bodo teuing kalau orang bilang receh banget siy cuman liburan disitu aja sampe bahagianya kayak dapet transferan :p

    Bahkan niy gegara liburan bikin aku kreatif buat nulis ya iyalah pengen kasih unjuk juga buat yang lain pengalaman dari perjalanan, nginep, kulinernya kan amazing amat gitu terlebih diapresiasi sama orang lain tulisannya nambah aja senengnya.

    Intinya go explore n go experience akan menjadi menu oetama buat aku liburan. *ya ampun ini komen terpanjang dan mikir banget selama berkunjung kesini wkwkwkwk*

    Sakses yes GA-nya mih

    ReplyDelete
  2. 1. Done
    2. Awal mulai suka jalan-jalan sih karena ingin keberlangsungan blog NDAYENG, yang mengkhususkan diri bercerita tentang perjalanan tetap eksis dalam artian terus memperbaharui tulisan-tulisan. Jadi ya saat itu aku pikir, harus datang ke tempat A yang sedang hits atau tempat B yang sudah terkenal.
    3. Terus saat itu aku ingin mengunjungi semua air terjun yang ada di daerahku (Banjarnegara) dan sudah 90% kesampaian semua, beberapa kali bahkan sampai ke kabupaten tetangga demi bisa mengunjungi air terjunnya, yang satu dua malah hampir apes karena pernah terjatuh dari ketinggian air terjun karena terpeleset (syukurlah masih diberi keselamatan saat itu).
    4. Terus berubah lagi pengin fokus jalan-jalan atau mengikuti kegiatan yang bernuansa kebudayaan terutama festival-festival tradisional di daerah sendiri dan alhamdulillah, hampir semuanya sudah aku ikuti,lagi-lagi pengalaman dan sisi emosionalnya berbeda saat menjelajah ke air terjun dan langsung mblusuk ke alam liar.
    5. Lah akhir-akhir ini malah dipertemukan dengan para komunitas pecinta sejarah terutama bangunan tua peninggalan belanda, aku pun akhirnya ikut bergabung dan merasakan bagaimana rasanya napak tilas mengunjungi bangunan tua, rel-rel kereta api yang tinggal bekasnya saja hingga blusukan ke kerkhof-kerkhof tua belanda hingga tionghoa, rasanya sangat menyenangkan apalagi bersama-sama banyak orang yang mempunyai minat yang sama dan betah seharian blusukan mulai dari perumahan, perkantoran milik pemerintah hingga susur rel bekas pabrik gula hingga ke kabupaten lain.
    6. Yang paling baru, akhirnya cita-cita dalam waktu dekat ingin menjajal beberapa transportasi baik darat, laut maupun udara pun kesampaian juga. Selama seminggu lebih bulan juli kemarin bisa mencicipi bagaimana rasanya naik kereta api, naik commuter line, naik ojek online, taksi online, pesawat terbang (kali pertama) hingga seharian berkeliling dari satu pulau ke pulau lainnya menggunakan kapal di negeri laskar pelangi (belitong), mencicipi makanan khas daerahnya, budayanya, museumnya dan berjumpa dengan teman-teman baru dari latar belakang yang berbeda.
    7. Jadi untuk aku rasanya antara go explore dan go experience boleh dibilang perbandingannya 30:70 (alias lebih condong ke go experience, tapi keduanya sebenarnya berjalan beriringan). Aku bisa merasakan pengalaman pertama dan menjelajah ke suatu tempat secara bersamaan dan mulai merasakan makna dan memori yang berkesan dari sebuah perjalanan. Sama seperti perjalanan hidup anak manusia, perjalanan/traveling pun akan menemukan sisi "nyaman" atau passion, emosionalnya sendiri seiring berjalannya waktu. Mungkin aku masih lumayan labil hehehe, belum menemukan yang benar-benar pas.
    8. Maaf, komennya panjang banget, soalnya gatel pengin cerita gitu, salam....

    ReplyDelete
  3. Hahah baru tau ini GA toh, done ya Teh hmm jawab keduanya sih ya, terutama pengalaman karena uang bisa dicari tapi pengalaman belum tentu waktu bisa diulang^^ btw Suami tipe ransel traveler deh gamau kalo ditawarin koper gatau deh kalo nanti traveling ama baby hehe tfs ya

    ReplyDelete
  4. Sansan.... Aku ga pernah pake twitter lagi. Udh lupa paswordnya, piye dunk :D

    Go explore ama go experience 2-2 nya pentinglah buatku kalo sedang traveling. Kadang bisa sekaligus dilakuin, tp kadang harus pilih salah satu.

    Go explore, biasanya kalo aku ke suatu kota ato negara yang udah pernah aku datangin, dan diksh kesempatan utk bisa datang lagi. Nah datang yang kedua ato keberapakalinya itu aku gunain utk lbh mengexplore tempat2nya. Kalo kemarin di jepang aku bisa ke tokyo, osaka, dan 8 kota lainnya, next aku maunya kota lain kayak hokkaido.

    Sementara kalo go experience, biasanya destinasi baru nih. Kalo ternyata tempat yg didatangi ninggalin kesan ga enak, males didatangin lagi, ya sudah, setidaknya aku pernah merasakan traveling kesana. Tapi yg begini jarang sih San. Biasanya sejelek apapun kota/negaranya, aku slalu penasaran untuk bisa mengexplore lbh dalam tempat yg lain. :)

    ReplyDelete
  5. udah follow maak
    ehm...mikir dulu nih mau jawab apa wkwkwk. kalau menurutku sih...2-2nya. hihi mikir lama tapi jawabannya simpel banget yaa

    ReplyDelete
  6. Done follow sosmednya mamih Raya..

    Dua-duanya penting dalam liburan (Go Explore & Go Experience). Biar pulang dari liburan ada bekal yang bisa dikenang dan dibagikan lewat cerita ataua tulisan.

    Sebelum punya anak, masih abegeh tepatnya, Aku suka liburan gaya ransel. Karena liburanku enggak jauh-jauh dari naik gunung. Apalagi aku bergabung dalam komunitas mapala, jadi kalau mau naik gunung yang dituju bisa kontek teman-teman mapala kampus daerah setempat. Go explore dan go experiencenya sama temen-temen aja.

    Tapi setelah punya anak, berubah 180° gaya liburannya. Bukan ke gunung lagi tapi sekitaran tempat wisata terdekat. Kebayangkan repotnya liburan sama anak balita. Namun 2016 lalu aku coba ikut liburan ke Dieng, Wonosobo sama salah satu teman mapalaku. Aku membawa Gie yang saat itu berusia 3,5 tahun. Tadinya enggak mau naik ke gunung Prau tapi kayaknya enggak afdol ya kalau ke Dieng enggak mendaki ke Prau. Hasilnya naik juga ke G.Prau. Trus Gie gimana? Bersyukurnya teman-teman cowo mau gantian gendong Gie (PP lho). That was 1st time naik gunung (dadakan) sama anak. Awalnya kuatir,tapi Gie have fun aja tuh. Aku jadi mencoba Go Experience disini. Jadi punya pengalaman mendaki gunung sama anak.

    Intinya setiap perjalanan liburan itu pasti punya pengalaman yang berbeda,melakukan Go Explore pasti ada Go Experiencenya.

    Yuk, liburan biar tambah waras. 😊

    ReplyDelete
  7. 1. Done

    2. Kalau saya pilih keduanya. Waktu masih kecil, orang tua saya sering ajak saya dan adik-adik liburan. Gak jauh sih jalan-jalannya. Paling ke puncak, Bandung, atau sekadar nge-mall. Tapi dari pengalaman itu saya jadi merasa bukan kemananya yang penting tapi bagaimana kebersamaannya. Makanya sampai sekarang pun saya masih senang aja kalau diajak jalan-jalan ma orang tua.

    Memori kebersamaan seperti itu yang pengen saya berikan ke anak-anak. Paling saya tambahkan aja. Kalau dulu kan sebagai anak, saya nurut aja diajak kemana pun. Kalau sekarang, saya membiasakan berdiskusi dulu ma seluruh anggota keluarga. Bahkan sejak Keke dan Nai masih kecil. Setidaknya mereka udah punya bayangan mau jalan ke mana.

    Saya suka juga ajak anak-anak menikmati sesuatu yang baru. Gak harus ikut kekinian. Kadang kalau ikut yang kekinian, suasana lagi ramai-ramainya. Tapi sesekali coba sesuatu yang baru memang menyenangkan. Paling gak anak-anak jadi punya pengalaman baru.

    Sering juga pergi ke tempat yang sama beberapa kali. Supaya gak bosan, coba cari aktivitas baru meskipun tempatnya sama. Atau paling enggak, balik lagi ke kebersamaan tadi. Asalkan semuanya senang, sekadar main di lapangan rumput juga udah pada kesenengan. :)

    ReplyDelete
  8. DONE follow sudah dari kapan tau hahahaha aku mau ikutan ya Mamih, boleh yaaaa *lalu pasang muka sok manja*

    Kalau disuruh milih, aku nggak bisa langsung milih Go Explore atau Go Experience karena menurutku keduanya punya plus minus dan tergantung kemana liburannya. Dulu sih, pas masih pas - pasan (padahal sekarang juga hahaha) lebih suka Go Explore. Nginep di guest house yg tidurnya aja di kasur kayu lalu pake kipas. Pokoknya harga per malem gak sampe 100rb demi uangnya bisa buat ongkos ke tempat wisata. Ini kejadiaannya pas di Jogja. Karena kalau masuk ke candi dll kan bayar ya, dan kesananya kudu nyewa motor sementara uang masih pas banget karena gaji aja belum UMR. Lalu ngejalaninnya ya mau gak mau tapi seru sendiri. Lama kelamaan, kalau sekarang disuruh ngulangin lagi, kok kayaknya ogah banget. Udah nggak sanggup kalau apa - apanya nggak nyaman. So setelah bertahun - tahun dan bisa punya penghasilan berlipat - lipat dari yang lalu, mulailah lebih memilih Go Experience.

    Aku rela nginep di hotel berbintang cuma demi bisa ngerasain spa-nya yang terkenal. Rela ngerogoh kocek dalam - dalam demi bisa nyobain kulinernya yg insta-worthy. Dan sekarang selalu memilih menginap di minimal bintang 3 atau lebih. Balik lagi, udah nggak sanggup kalau harus menginap di tempat budget minimal. Bukan sombong, tapi badanku gak bisa diajak kerjasama, nggak bisa tidur tenang kalau gak pake AC T_T

    Jadi ternyata sekarang aku Go Experience, deh. Supaya lebih berasa liburannya. Liburan kan buat seneng - seneng, bukan buat susah - susah, ya nggak?
    Sekian curhatku wkwkwk


    Semoga menang ya ampun itu tasnya ijo soalnya ahahhhahahahah luff <3
    From: Raya's first sister :p
    _Maudy_

    ReplyDelete
  9. 1. Done follow sosmed mamih Raya
    2. Buat saya dan keluarga kecil liburan emang jadi momen yang paling ditunggu-tunggu. Buat saya dan suami memang untuk melepaskan stress dari rutinitas harian, kalau buat Arsyad si toddler aktif pastinya untuk explore pengalaman baru. Berlibur bersama toddler emang paling cocok pake gaya koper dan yang paling penting adalah menyiapkan sederet plan A/B/C kalau terjadi apa-apa dan menurunkan ekspektasi misalnya dalam sehari harus ke 4 sampai 5 tempat wisata tapi ditengah jalan anak minta balik ke hotel. Lagi-lagi kenyamanan anak yang kami utamakan biar ga krengki. Kalau mau liburan kami bertiga suka buat kesepakatan bersama yang paling penting adalah tidak boleh ada yang ngambek atau marah-marah saat berlibur, kalau kesasar jalanan juga gak boleh marah-marah intinya semua harus HAPPY!
    Go explore maupun Go experience saat liburan buat keluarga kami 50:50 karena kedua hal terebut pasti kami lakukan dan berjalan beriringan, duuuh jadi pengen liburan nih nulis GA ini.

    ReplyDelete
  10. Done semua ya mamih syaratnya.

    Kalau keluarga saya tipikal harus pergi bareng. Saya, suami, dan anak nggak bisa dipisahkan. Misal, suami saya dines di luar kota pasti saya dan anak akan ikutan. Walaupun kami nunggu di kamar hotel nggak masalah yang penting malam harinya kita bisa bersama buat keluyuran. Pun begitu dengan saya, misal saya ada acara jalan2, suami dan anak saya juga ikutan. Itupun kalo syaratnya boleh bawa keluarga, kalo nggak boleh saya akan mundur teratur.

    Menurut saya, jalan2 dan liburan yang keluarga saya lakukan adalah tipe Go experience. Kami butuh hiburan dan kebersamaan semata. Kami lelah dengan hiruk pikuk disekitar lingkungan kami. Oleh sebab itu setiap weekend kami selalu gunakan kesempatan liburan dan jalan2 bersama. Suamipun sangat antusias karena merasa butuh refreshing dari kesibukan kerjanya. Yah.. kami liburan agar bisa bersama, gembira bersama, dan menghirup alam indah didepan mata. Karena kebersamaan keluarga saat ini menjadi prioritas kami.

    ReplyDelete
  11. Follow2an jawabannya via telepati aja ya Mba ;)

    Aku suka GO EXPERIENCE karena tiap ke suatu tempat itu paling seru dan terasa bermakna perjalanannya ketika berinteraksi sama warga lokal. Ngobrol atau menikmati santapan legendari lokal biasanya mendatangkan hal di luar ekspektasi. Bisa bikin haru atau merasa seru.

    Tapi aku juga suka GO EXPLORE, misalnya thrift shop di suatu kota, main ke taman ilalang yang ada di antah berantah atau nyobain jalur trekking lokal. GO EXPLORE bermanfaat buat nambah2 koleksi foto ciamik buat instagram. Haha.

    Domisiliku hanya 3 KM dari kantormu Kakaa (ni anak songong amat :p)

    IG: nianastiti Twitter: nianastitii

    ReplyDelete
  12. Doen Follow yaa mamaih

    Hmm kalo menurut aku sih dua-duanya yaa. Go explore dan Go experience. Keduanya kadang gak bisa dipisahkan ibarat mata uang.
    menemukan hal-hal baru dalam suatu perjalanan merupakan excitement tersendiri baik bagi pribadi maupun bagi anak saat family trip. Secara gak langsung saat itulah sesungguhnya kita tengah menyimpan memori dari pengalaman mengekplore hal baru tersebut.
    Buat anak-anak mengeksplore hal-hal baru dari pengalaman dalam perjalanan ternyata menjadi kenangan yang membuat mereka terus terinspirasi untuk melakukan perjalanan baru. Meskipun sudah pernah mengalami hal yang sama mereka mau ke obyek atau tujuan yang beda, sama-sama pantai tapi mereka tetap selalu excited dan memilih main ke pantai misalnya saat ditanya mau liburan kemana.
    Sebaliknya meski sudah pernah ke suatu tempat sebut saja Malang, mereka tetap pingin ke sana lagi. Daan pastinya selalu ada hal baru yang bisa dinikmati
    Hmmm jadi dari Go Explore itu bisa jadi Go Experience yang dalam melakukan perjalanan sebisanya maksimalkan keduanya.
    Go explorenya juga bisa simple aja sih kayak ngajakin anak-anaks eminggu sekali dalam satu bulan main di taman-taman kota, ada ratusan taman kita lho di jakarta dsk dan saat mengunjungi satu taman kota mereka kemudian menggali lagi kenangan di beberapa taman kota lain yang mereka kunjungi.
    Hmmm gitu bukan yaa maksudnya.
    Untuk perjalanan pribadi aku jg tetep berusaha dapet dua-duanya tuuuh :)

    Domisiliku Tangsel ya mamih.
    Twtr/IG: @ophiziadah

    makasih mamih
    sukses GAnyaa

    ReplyDelete
  13. Done follow ketiga-tiganya dong *penggemar berat Mamih

    Kalau aku, dua-duanya Mih karena menurutku keduanya itu kayak dua sisi mata uang yang gak bisa dilepaskan. Saat kita mengeksplore suatu tempat, pastinya kita akan mendapatkan experience yang baru. Akhir-akhir ini aku sangat suka bepergian sendiri karena punya banyak kesempatan buat diriku sendiri mencicipi berbagai hal, seperti misalnya tidur di dorm hostel bareng orang-orang asing yang gak dikenal, makan makanan ekstrim ... Hal-hal yang mungkin akan sulit kulakukan jika bepergian bareng orang lain. Oh iya, saat liburan, aku paling suka kalau bisa mengexplore suatu tempat dengan berjalan kaki sampai mblusuk-mblusuk gang dan desa-desanya, kemudian bisa ngobrol sama penduduk sekitar. Dari situ aku merasakan kalau traveling itu bukan sekedar gaya-gayaan, tapi juga perjalanan jiwa. Yang biasanya aku selalu terburu-buru kalau makan sehari-hari karena dikejar pekerjaan, saat liburan aku bisa makan dengan sangat menikmati, dengan suasana yang jauh berbeda dari keseharianku. Makanya kalau liburan seorang diri aku lebih senang dan bebas karena itu salah satu caraku untuk investing moment to nourishing my soul.

    Makasih Mamiiih, salam kecup buat neng Raya, Malang lagi dongg~

    ReplyDelete
  14. Asiiikkk ikutan ah.
    1. Done yah mba...
    2. Hhhmmmm dua2 nya (go explore dan go experience), yang selalu jadi tujuan aku wisata. Baik iti sama anak2 atau tanpa anak2. Berhubung nihhh yaaa... aku agak telat untuk mengexplore atau mencari experience dari berbagai daerah atau negara. Harusnya dari dulu sejak single keliling indonesia atau jalan2 ke berbagai darrah/negaranya (jadi biayanya gak hrs dikali 4. Hahaha).

    Dari family trip yg sudah aku lakukan, aku berusaha untuk mengukir kenangan indah di dalam memori anak2 dan juga aku. Mengajak mereka untuk melihat "dunia". Sehingga mereka tau dunia mereka bukan hanya rumah dan sekolah. Sehingga mereka tau banyak hal yang bisa mereke explore dan dijadikan pengalaman berharga dalam hidup mereka kelak. Dunia ini lebar, orang2 yang ada di dunia ini beraneka ragam.

    ReplyDelete
  15. Hihihi, akhirnya mampir ke sini dan ikutan GA-nya teteh. Abis tasnya ijo! Nggak kuat liatnya <3
    Nuhun teteh, aku terenyuh baca intronya. Jadi bahan refleksiku.

    Step 1, done! Baru sadar ternyata diriku baru follow IG-mu aja ya... :D

    Step 2, jelaskan apa sih yang aku cari ketika berlibur? Hmm, okay. Kayaknya jawabannya kudu panjang ini...
    Jujur, aku aslinya bukan seseorang dengan jiwa petualang, teh. Aku tuh banyak takutannya, banyak mikirinnya, jadi aku pasti akan mempertimbangkan dulu bibit-bebet-bobotnya kalau ingin berlibur atau berpergian ke suatu tempat. Jadi, aku tipikal orang yang ga gampang ikut-ikutan untuk urusan liburan atau jalan-jalan, termasuk sama keluarga. Tapi meski begitu aku pribadi yang curious (kepo gitu mungkin maksudnya ya, hehe). Aku curious sama tempat-tempat yang menarik menurut aku. Jadi aku nggak akan segan untuk Go-Explore tempat-tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya, dan menurut warga lokal itu bagus. Ga melulu harus ke tempat-tempat yg populer atau kekinian untuk didatangi. Karena menurutku, banyak sudut-sudut di sebuah daerah atau tempat baru yang mungkin nggak kalah menarik.

    Contoh konkritnya, pas summer course ke Belanda kemarin teh, aku mencoba mengeksplor kota kecil di dekat Amsterdam yaitu Haarlem, yang mungkin bukan salah satu tempat wisata favorit banyak turis mancanegara, tapi ternyata menyimpan banyak hal menarik yang bikin aku penasaran. Kota ini ternyata tempat belanja favorit warga Belanda dan kita bisa nemuin semacam hidden garden (kalo bahasa sononya "Hofjes").

    Terus abis itu apa yang aku dapat? Tentunya, pengalaman, teteh. Pengalaman nggak terlupakan pokoknya. Jadi aku nggak cuma Go-Explore tapi juga Go-Experience... dan menurutku, pengalaman itu bisa banyak bentuknya. Tergantung individunya. Bahkan buatku, contohnya, cuma sekedar naik kereta magnet super cepat dari bandara Pudong ke kota Shanghai aja udah jadi salah satu pengalaman tak terlupakan. :D

    Mungkin refleksinya di sini, pernah ketika pas berlibur bersama keluarga, aku merasakan kehilangan momen kebersamaan bersama mereka dan ujung-ujungnya kurang enjoy dengan liburan kami. Itu karena terkadang aku terlalu memaksakan diri mengeksplor semua tempat yang bikin aku curious dan pengen aku kunjungi. Pikirnya gini, "Kapan lagi bisa ke sini?". :(

    Tapi, makin ke sini makin sadar kalo esensi liburan itu sebenarnya adalah enjoyment. Ya, itu aja ya teh pendapatku. Semoga bisa berlibur dalam waktu dekat. Aamiin :)

    Salam,

    Anissa
    Domisili: Pondok Gede
    Twitter/IG: @anissarizki

    ReplyDelete
  16. aku kepincut sama kameranyaaa, lomo bukan ya ituu? XD
    aku tipe ransel aja sih kalo bepergian, soalnya ga punya koper wkwkwk XD
    suksees untuk GA-nya mbaak :D

    ReplyDelete
  17. Aku ikutan ah :D
    jujur, traveling bawa anak itu aku nyerah kalau harus wisata selain kuliner mbaak. Dan memang bisa kehitung dengan jarii. Aku suka ranselan, sering banget dulu sebagai anak pramuka sejatiii kak. Ya kalau boleh memilih, liburan mau yang gaya koper hihi. Gaya ransel sudah tiap hari diterapkan ke anak-anak :)
    liburan buat melepas penat mbaak hihi

    Domisili :Tangerang
    Twitter/ ig : @uciggg
    salam kenal ya mbaak :)) kabuuuuuur

    ReplyDelete
  18. Thanks for sharing, mbak Sandra. Semoga banyak yang ikutan GA-nya :)

    ReplyDelete
  19. Waduh, pas ditanya serius gini kog malah sulit ya jawabnya. Hahaha... *benerinkonde dulu.

    Well, travelling to me is both Go Explore and Go Experience. Keduanya sudah dimulai
    bahkan ketika travelling belum bermula. Luar biasa ya. Pre-travelling, eh ada ya istilah ini, maksudnya persiapan sebelum travelling seperti tiket, packing dan lain- lain kadang-kadang berisi aneka drama, which is quite challenging, pushes myself to the limit and get out from comfort zone.

    Apalagi ketika mendapat 'pelajaran', kejadian yang tidak lazim bahkan terungkapnya sebuah potensi diri, tanpa disangka-sangka. Dan karena mengalami sendiri di alam nyata, kenangan bersamanya, pasti takkan terlupa!

    With travelling usually I gained a deep sense satisfaction, new skills as well a new insights.

    Is that too much?


    ReplyDelete
  20. Eitts hampir lupa ini data-data aku ya, mbak
    Nama : Rosanna Simanjuntak
    Twitter : @rosannaiqbal
    IG :@rosannasimanjuntak
    Domisili: Balikpapan, Kaltim

    ReplyDelete
  21. Aku sering banget ngiler mbak, ngeliat banyak post-post di medsos ttg sudut wisata. Mantap, sukses GA nya ya mbak

    ReplyDelete
  22. Biar telat tapi saya senang euy baca postingan Mb Sandra. Secara saya juga suka jalan. Dan pilihan paling nyaman ya gaya koper siy buat saya dan keluarga. Nah cuman sekarang saya punya mimpi siy. Pengen ngajak suami ama anak-anak ke Bukit Lawang Mb. Dari Medan gak terlalu jauh siy. Suasana hutan dengan orang utannya dan sungai. Cuman suami yang masih maju mundur aja

    ReplyDelete
  23. Is, telat beut saya mampir ke sininya. Sing sering bikin GA, ya. Saya pengen meunang. *Halah* :D

    ReplyDelete
  24. Baik tasnya maupun tulisannya dan komen2 yang menyertainya semua KEREN BANGET!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  25. hakikat... bahasanya berat ya booo... :)))) dulu, waktu tante masih muda (ceile), liburan ya memang buat refreshing brg ortu. dan biasanya jadi ajang saling mengunjungi keluarga ortu. blm ada medsos jaman itu jd ya dinikmati poll... Skrg suka stress jg kl bentar2 mesti foto2... tp kl gak take photo ntar gak ada kenangannya... mau take photo terlalu sering bikin jengkel orang lain :)))))))

    ReplyDelete

Back
to top