Autumn in Forbidden City Beijing

Musim gugur di Beijing yang jatuh pada Oktober dan November, dan bulan November 2014 saya, Abah dan Raya menapakkan kaki di bandara Beijing. Pemanas ruangan di bandara berbanding terbalik dengan udara diluar bandara, yang terasa dingin menusuk ketika kami keluar dari ruangan. Badan berasa beku dan anginnya sangat kencang, sambil menunggu Abah bernegosiasi dengan supir taksi, saya menutupi hidung yang rasanya mulai mengeluarkan ingus.

Setelah mendapatkan taksi kami pun menuju Renaissance Beijing Capital Hotel. Supir taksi yang membawa kami ke hotel tidak bisa berbahasa Inggris, perasaan agak sedikit was-was dan berdoa semoga semua baik-baik saja #langsungnyanyi. 

Alhamdulillah perjalanan aman, dan kami selamat sampai hotel yang dituju. Karena kami datang sebelum jam 12.00 siang, kamar yang dipesan belum siap dan kami harus menunggu beberapa saat (sampai bosan) untuk mendapatkan kamar.  

Raya sampai bosan nunggu... 

Karena kamar tak kunjung siap, akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan sekeliling hotel, dan mencoba mencari makanan halal karena perut kami sudah mulai terasa lapar. 
Pemandangan sekitar hotel 
Raya kedinginan dan kelaparan 
Dekat hotel untung ada mini market untuk beli minuman
Ada sushi juga! Insya Allah halal ya... 

Sushinya enak, Raya suka... 

Makan & minum selesai mari jalan-jalan :) 
Setelah urusan perut teratasi, kami sepakat untuk jalan-jalan ke Tiananmen Square dan Forbidden City, yang terletak tidak jauh dari hotel kami. Sebelum menuju Forbidden City kami melewati lapangan Tiananmen yang bertempat di pusat kota Beijing dan merupakan lapangan pusat kota terluas di dunia. 

Lapangan ini terletak di luar pintu selatan Istana Kuno Dinasti Ming dan Qing, mendapat namanya karena pintu selatan istana bernama Tianan Menwai. Terdapat tiang bendera yang setiap harinya diadakan upacara penaikan dan penurunan bendera oleh tentara kehormatan. 

Musim gugur di Beijing saat itu sangat berangin, anginnya yang dingin menerpa wajah kami di lapangan Tiananmen, sampai-sampai Raya mengeluarkan air mata ketika angin dingin mengenai wajahnya. Lapangan ini bebas dari semua poster atau reklame apapun karena memang semua atribut-atribut tersebut tidak diperbolehkan dipasang disekitar lapangan Tiananmen. 

Kebersihan lapangan ini sangat terjaga, bisa dilihat dari lapangan besar seperti ini, tidak ada sampah atau puntung rokok yang bertebaran, sangat berbeda dengan lapangan yang berada di Indonesa... Dari Tiananmen square kami menuju Forbidden City dengan menggunakan penyebrangan bawah tanah. Jaraknya lumayan jauh, dan cukup melelahkan, apalagi sambil mengendong Raya. Tapi untungnya hari itu wisatawan tidak terlalu ramai sehingga kami tidak berdesak-desakan untuk menuju Forbidden City. 
Didepan Tiananmen Square

Lapangan yang bersih bebas sampah

Senyum meringis kedinginan :D 
Forbidden City atau Kota Terlarang adalah salah satu tempat wisata yang banyak diminati, saya ingat dengan film "The Last Emperor" ketika datang ke tempat sini, bangunan kuno terbesar di Cina ini masih terawat baik dan merupakan komplek istana terbesar di dunia. Forbidden City disebut juga Gu Gong oleh penduduk lokal, yang merupakan istara kerajaan dimasa Dinasti Ming dan Qing. 

Kami masuk melalui Meridian Gate, portal besar berbentuk U di ujung selatan dari kompleks  yang dahulunya dibangun untuk pintu masuk kaisar, setiap pintu dikhususkan untuk kasta tertentu, pintu untuk rakyat dan tentara juga dibuat terpisah. Gerbang Tiananmen ternyata dibangun untuk menjaga kota terlarang. Sebelum masuk, kami harus membeli tiket dengan harga CNY 40/orang, anak kecil seumur Raya masih gratis jadi tidak perlu membayar. 


Gerbang dari Lapangan Tiananmen menuju Forbidden City
Antian membeli tiket untuk masuk ke Forbidden City

 




Leyeh-leyeh dulu, cape jalaan :D 


Gerbang menuju Forbidden City
Sebelum mencapai Forbidden City kita masih harus melewati dua gerbang lagi. Forbidden City kini dikenal juga dengan nama Palace Museum (Gugong) yang artinya Istana Kerajaan.

Jalan-jalan di Forbidden City bikin kaki pegel sumpaaah, cape banget saking luasnya. Bayangin aja, seluruh area Forbidden City luasnya sekitar 74 hektar dan terdapat lebih dari 8400 ruangan. Di dalam Forbidden City terdapat banyak istana dan paviliun kecil yang kebanyakan dibuka sebagai galeri dan museum. Saya ngga sempat lihat-lihat semuanya karena lelah banget, mana ngga ada yang jual makanan or minuman, kalau pun ada kami takut kurang halal.. Ah, kembali mikir, coba kami ikut Paket Tour Wisata Halal China dari Cheria Travel, pasti ngga akan kelaparan gini. 

Karena kami sudah kecapekan dan pengen istirahat dihotel, tidak semua area Forbidden City kami jelajahi, tapi kalau ada yang mau kesini, ada beberapa tempat yang wajib untuk didatangi yaitu: 

Titik utama dari Forbidden City, Three Great Halls. Hall of Supreme Harmony merupakan struktur yang paling penting dan terbesar di Forbidden City karena merupakan tempat acara seremonial, seperti ulang tahun kaisar, pencalonan pemimpin militer dan penobatan. Di dalam Hall of Supreme Harmony terdapat singgasanan Naga yang keren banget, jadi tempat ini wajib didatangi. 

Di ujung utara dari Forbidden City terdapat Imperial Garden, taman klasik China dengan luas 7000 meter2. Taman ini indah banget, sayang saya ngga sempat untuk foto-foto karena udah pengen pulang dan selonjoran kaki. Imperial garden ini dapat dicapai sebelum memasuki Gate of Divine Prowess dan ShunZhen Gate. 

Tempat ini merupakan komplek para janda dan selir kekaisaran selama dinasti Ming, dibangun di sudut komplek Forbidden City dan sering juga disebut Forbidden City mini karena struktur ruang besarnya sama dengan istana. 

Setelah lelah mengunjungi Forbidden City kami kembali ke hotel dan bingung mencari taksi karena setelah keluar dari Forbidden City petunjuk arah menuju ke kota kurang jelas dan polisi yang ada tidak bisa berbicara bahasa Inggris. 

Setelah menunggu lama, akhirnya kami berhasil mendapatkan taksi, tapi ada kejadian menyebalkan karena ternyata uang yang kami berikan tidak diterima oleh supir taksi karena palsu! Iya UANG YUAN KAMI PALSU.. Hiiikss... sedih banget deh, sampai di hotel, setelah saya cek ada sekitar 500 CNY yang palsu, kami pun merasa lemas itu lumayan banget kalau di kurs ke rupiah... 
  
Si uang palsu.. hiks 
Setelah mengalami pengalaman yang kurang mengenakan di Beijing, saya mau berbagi tips ala-ala buat yang mau jalan-jalan kesana. Semoga berguna dan pengalaman jalan-jalannya jadi lebih menyenangkan :) 
  1. Uang palsu marak beredar di China, tidak hanya di money changer, tapi ada pengalaman teman saya menarik uang dari ATM ternyata juga mendapatkan uang palsu. Pakai cara lihat, raba & terawang untuk memakstikan uang tersebut asli, juga cek benang yang terdapat didalam uang, kalau tidak terlihat berarti uang itu palsu. Kami diberitahu membedakan uang palsu oleh salah satu karyawan KFC di China, dengan merobek uang kami, dan benar benang yang seharusnya terdapat didalam uang tersebut tidak ada... Jadi berhati-hati sebelum menukarkan uang Yuan, meskipun di Indonesia, cek, lihat, raba & terawang
  2. Kartu kredit tidak berlaku di China, kecuali di bandara dan kartu kredit keluaran bank China. Saya sediiih, udah kena uang palsu kartu kredit kami tidak berlaku untuk belanja di supermarket atau toko mana pun di Beijing. Padahal kartu kredit Abah dari Citibank tapi tetap tidak bisa. Jadi harus siap-siap uang cash ya. 
  3. Sosmed tidak bisa dibuka di China! Jadi kalau memakai wifi atau internet di HP jangan harap bisa upload foto hihihi, saya kemarin memakai secure line kantor, jadi masih bisa buka semua sosmed & narsis upload foto-foto selama di sana. 
  4. Pastikan tempat wisata dibuka sesuai musim kunjungan. Karena saya datang bulan November, saya tidak bisa melihat panda, karena saat itu para panda sedang berhibernasi dan Beijing Zoo ditutup. Hiiiiksss
  5. Perhatikan dan cari informasi tentang tempat-tempat yang ingin dikunjungi secara detail karena sulit sekali berbahasa Inggris di beijing, bahkan kami sempat berbincang dengan polisi Beijing dengan bahasa tarzan ketika mencari informasi mengenai arah jalan. 
  6. Bawa makanan & minuman sendiri ketika jalan-jalan. Hal ini lebih aman dilakukan karena kita ngga tahu makanan apa yang halal dan kalau memang sudah membawa makanan seperti roti atau cemilan lain sendiri, akan lebih aman & bebas lapar. 
  7. Ikut Paket Tour Wisata Halal dengan mengikuti tour wisata halal, semua pengalaman saya pasti tidak akan dialami, karena semua sudah dipersiapkan dengan baik, aman & nyaman, jadi tinggal mengikuti panduan, bersenang-senang selama di China dan pulang ke Indonesia dengan aman dan bahagia. 
Saya ingin banget mengulang pengalaman jalan-jalan ke Beijing bersama Cheria travel, agar bisa melupakan hal-hal pahit yang kami rasakan ketika kesana. Terutama kembali untuk melihat panda dan bisa foto-foto cantik selama disana, karena perjalanan tempo lalu saya tidak terlalu banyak foto-foto. Semoga rencana kami kembali mengunjungi Beijing dengan Paket Tour Wisata Halalterlaksana. AMIIN!

CONVERSATION

73 comments:

  1. Luasss banget ya Mbak. Tapi kece pemandangannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Luas banget mbaaa, butuh waktu setengah harian buat menjelajah area ini :D Capeeek hihihi

      Delete
  2. Wah, butuh persipan matang betul ya kalo mau ke sana. Ke negara lain gak sampe segitunya (urusan cash dan kartu kredit itu), teryata di China khusus.

    Itu kompleks istana terbesar di dunia, kayak apa ya .. penasaran. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, siap2 uang yuan, tapi harus hati2 juga karena banyak yg palsu...

      Itu komplek asli gueeedeee banget! Cape tenan dah jalan-jalan disini, lemesh se lemesh2nya :D

      Delete
  3. Senengnya udah bisa ke Beijing. Anyway, postingannya keren mba!
    Fotonya juga kece2 lho :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you sudah mampir mbaaa :D Maaciy lhooo

      Delete
  4. Yaya lagi emesh-emeshnya deh disini uwuwuwu..
    Mih ketemu Tao Ming Se nggak pas kesana? Eh eta teh orang Beijing atau Taiwan yes.. Hahaha..
    Seru Mih perjalanannya, semoga akoh ketularan bisa ke Beijing juga. Aamiin Ya Allah :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. iiih Nesa.. kamu ngga liat itu yg di foto Sancai yang udah berhijab??? Hahahha. Amiin amiin semoga bisa kesana ya lain waktu :D

      Delete
  5. Aaaa.. aku jadi pengen ke China, ajak aku, Mak.. :D
    perjalanan yang menyenangkan ya, Mbak? Dan saya fokus lapangan yang bersih tanpa sampah :D Karena lapangan di tempatku kebanyakan sampahnya, hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, kita deketin Cheria Travel huakakakka aku jg mauuu ke sana lagi, tapi ngga mau sendirian, pengen pake tour aja biar santai.
      Iyaaa kebersihan di Cina ternyata jauuuh lbh bagus dari pada di Indonesia, aku jg takjub :D

      Delete
  6. Alhamdulilah ngiring bingah tos dugi ka Beijing Mamih :) ke hiji waktos abi ge poto diditu hahaha..
    eta nu di papan sengaja difoto geuning hebat bisa ngerti rangkaian tulisannya Mamih Raya emang kerennn hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin YRA neng herva mugia kalaksana nya :D Aku kan keturunan jadi ngerti tulisan Cina (keturunan naon ge teu jelas) hahah XD

      Delete
  7. wah, baru tau banget di China kalau Kartu Kredit gak berlaku... trus di sana apa gak ada Kartu Kredit Mb? atau yang berlaku cuma yang terbitan bank lokal China? gawat juga ya kalau gak persiapan uang cash gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah lupa ditambahin, iya bener yg berlaku cuma kartu kredit lokal Cina aja. Thank you dibikin inget! Tapi ya gimana, kan kita ngga punya kartu kredet lokal kaaak :D jadi harus siap uang cash terus, kecuali mau belanja di bandara or starbucks doang :D

      Delete
  8. Wah senangnya mbak, bisa berkunjung ke forbidden city China. Bawa si kecil pulak, pasti seru banget ya mbak. Aku belum pernah kesana, cuma denger cerita pak suami tok waktu kesana. Semoga bisa kesana juga bareng keluarga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lain kali intilin suaminya aja wuriii hahhaha biar bs halan2 juga 😁

      Delete
  9. haduh mba klo aku jd mba sandra mah udah nyesek pisam ikh duit palsu, mana dinegeri orang nan jauh lg :D jd pengalaman bgt pastinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyesek pisaaan huhuhuhu asli jd ga bs blanja macem2

      Delete
  10. pengen juga suatu saat bisa ke negeri ini, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin semoga byk rejeki & bs ksini ya mba

      Delete
  11. Jadi inget film Jackie Chan kalau melihat Forbidden City hahaha :D
    Di China marak uang palsu ya ternyata, kalau aku tau cara ngecek-nya di robek pasti habis deh semua uangnya kurobekin XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huakakakak jgn smua mba, nanti ga bs dipake, pas garis benangnya ajaaah 😁

      Delete
  12. Jadi pingin ke Beijing. Yayaa masih kecil banget ya waktu itu, lucu ekspresinya makan sushi. PR banget emang nemu makanan halal di China ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo ke Beijing niaa, bagus tp ya hrs hati2 😁 Makanan halal ada di bbrp tmpt tp jauh, jd mending bw bekel

      Delete
  13. Kereeeeen! Yang mau ke Forbidden city sampai antri gitu, ramenyaaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, dan itu blm seberapa rame katanya... hihihi

      Delete
  14. senengnya traveling ku negara2 lain,,, hiks mupeng mba,,, noted nih buat destination ....

    ReplyDelete
  15. Asiiikkkk bisa jalan-jalan ke luar negeri.

    ReplyDelete
  16. Aih asiknya jalan2 ke Cina 😍😍 suka deh liat Raya cuteee banget, moga nanti suatu saat saya bisa ke Cina juga... aminnn 😇

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin semoga byk rejeki jd bs jalan2 yaaa 😊

      Delete
  17. Mestinya Mbak pas jalan-jalan ke China, kontak saya dulu, hehehe. Jadinya ada tur guide lokal, ga akan kena tipu atau dapet uang palsu hahaha. Itu antrian buat masuk Forbidden City nya belum seberapa, kalo Mbak ke sananya di awal Oktober, widihhhh. Mbak bisa menyaksikan bukti nyata mengapa China itu dikatakan sebagai negara dengan populasi manusia terbanyak di dunia =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaah kamuuu kok kita br kenal skrg 😁 Iya banget untung pas lg sepi itu forbidden city, kl ngga katanya udah mirip cendol aja 😆

      Delete
  18. Susah juga kalo banyak uang palsu gitu, sampe ATM-nya juga.q

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huuh hrs extra hati2 & mending nuker di money changer aja

      Delete
  19. Seru banget bisa ke Forbidden City, jadi berasa balik ke Tiongkok jaman dulu.

    ReplyDelete
  20. Waow indah banget, dan yang paling membedakan adalah kebersihanya. Forbiden City jika di Jakarta seperti Monas, tapi Monas kotornya minta ampun dah. Oiya, kena uang palsu itu pasti bikin kesel, kudu bener bener persiapan jika mau wisata ke China

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bgt mas, kirain Beijing sama kyk Jakarta, ternya ngga... bersiiiih & org2nya tertib banget.. beda lah. Uang palsu emang katanya marak bgt, bahkan nuker di Indonesia jg bs dpt uang palsu, jd bener2 hrs xtra hati2 pas nuker uang

      Delete
  21. Sepertinya kalau ke sana emang lebih enak pakai agen travel ya. Beberapa kali baca cerita orang jalan-jalan ke sana selalu kendala bahasa :)) Aku kan nggak pinter bahasa tarzan hehe. By the way, kalau misalnya ambil uang di ATM sana dan ternyata palsu, ditukarkan dimana ya? Rugi dong kalau kerugian ditanggung sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, pk travel emang lbh memudahkan... uang atm tmn aku ga bs diganti lho, apea bgt... jd disarankan nuker di money changer yg bagus jd bs lsg cek & ganti baru kl ada apa2...😅

      Delete
  22. waa apes ya mak, udah nukerin taunya palsu :( catatan penting ni hati2 pas nukerin.. serba ketat peraturannya >.< forbidden city nya keren bgt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa... parah tuh emang uang palsu di Cina, jadi emang perlu hati2 banget. Tempat wisata cina banyak yg kereeen.. asli deh bikin seneng.

      Delete
  23. aku dulu ke Biejing lagi spring mba...jadi bunga bunga di mana2
    itu Raya masih unyu2 yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senangnya liat bunga2 dimana2.. aku mah yg ada mengkeret terus hahaha dingin mbaaaa... :D

      Delete
  24. Gils inget banget pas mau ke sana, antri pipis. Pas baru masuk, langsung ilfil keluar lagi, hahahahaha. Tp emang keren si bangunan dan arsitekturnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selama di cina gue kagak pernah pengen pipis di Jalan.. eh pernah pas mau ke Great Wall, tapi lumayan toilet restorannya bersiih jadi alhamdulillah :D

      Delete
  25. wow. impian banget bisa kesini
    Iya lho, saya juga kepikiran klo ke LN tu ntar nyari yg halalnya gimanaa
    Lha...baru kemudian saya sadar, gak ada yg nawarin ke LN

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insha Allah nanti ada yg nawarin ke LN mbaa.. positif thinking aja :)

      Delete
  26. ekhh tapii tapiii.. ketularan putih juga gak klo kesonoo??? hahaha

    ReplyDelete
  27. ekhh tapii tapiii.. ketularan putih juga gak klo kesonoo??? hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. cuuy... gue ngga perlu ke Beijing buat mutihin kuliiit hahahah.. di rumah aje ndekem XD ketularan sipit iye.. pusing dengerin bahasanya kagak ngarti jadi nyipit2 mulu mata hahaha :D

      Delete
  28. serem juga ya mba uang palsu bertebaran gitu x)
    kayanya kalau ke beijing lebih enak pake tour wisata halal ya supaya lebih aman dan terjamin selama disana...
    sharingnya bermanfaat banget, dan jadi penasaran pengen ke beijing, hehehe :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, emang harus hati2 Ingga dan bener mending pake tour aja hahahah #akucemen :D
      Ingga pengen ke Beijing, aku pengen ke London.. gantian plisss hahahah

      Delete
  29. Aaak sepertinya Cina bakal jadi negara terakhir yang pengen aku kunjungi. XD Abis serem amat sampe segitunya uang palsu di mana-mana. Apalagi pernah baca bukunya Trinity kalo orang Cina kebanyakan jorok :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orang cina jorok2 tapi kota Beijing bersiiih hihihihi lebih bersih dibanding Jakarta lho :D makanya kalau ke sini mending pake travel halal aja mba :)

      Delete
  30. Yaya masih imut2 bangeeet disini

    ReplyDelete
  31. Kyaaa...aku pengen banget ke sini. Tapu itu bisa ada uang palsu segala. Iih, kejamnya duniah. Tengkyu dah sharing buat bekel jalan jalan ke Beijing nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa Cina ternyata lebih kejam dari Ibukota hahahaha.. Semoga lancar jalan2 ke Beijingnya ya mba :)

      Delete
  32. Dek Raya masih kecil banget :D Bepergian ke tempat2 yang nggak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama, dan masyarakat pun kurang bisa berbahasa Inggris, memang agak membingungkan juga. Enaknya memang pakai jasa travel yang enggak mahal banget tapi punya kualitas bagus ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, ke Cina aku sih saranin pake travel yang nawarin tour halal, abis itu kalau mau ada kunjungan lain bisa sendiri karena udah tau tempat2nya :D

      Delete
  33. Dan satu ga enaknya berada di dataran China adalah... Facebook is banned! hehehe. Jadi cuma bisa bersosmed pake aplikasi punya orang sono. Wah kalo 2014 berarti dulu kita cuma selisih beberapa bulan aja ya mbak. Waktu ke Shanghai aku pas puasa dan lagi hot2nya, sayang jg nggak bisa mampir ke Beijing. You did great times there! Semoga kesampaian yaa ke sana lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa tapi aku dulu masih bisa buka FB & youtube karena pake secure line kantor gitu nis hahahhah #licik XD
      Duh kl pas lagi hot2nya ngga kebayang deh, aku pas ke Nepal lagi hot2nya itu bikin kapok :D amiin semoga kita bisa jalan2 lagi ya :D

      Delete
  34. Wah...terus gimana nasib uang palsunya mbak. Bisa ditukerin kan? Dapat dari mana itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dapet nuker di Indonesia itu mbaaa huhuhuhu, akhirnya bisa ditukerin setelah berantem sama money changernya dan ngga cuman aku yg ketipu uang palsu di Indonesia, temen aku beda money changer juga gitu.. jadi bener2 harus hati2

      Delete
  35. Mbak...aku hanya bisa berhayal membayangkan bisa kesana...hahaha...jd pengen deh...huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah ada rejeki bisa kesana ya mbaa :) Amiin!

      Delete
  36. yahh dapet uang palsu :(
    kalo aku baru suami aja yg ke cina...huaa mupeng banget pengen ke sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok ngga ngikut mbaaaa... ikut doong hihihihi kalau aku pasti ngintill XD Iya aseli trauma dapet uang palsu -_-"

      Delete
  37. serius mba dpt palsu???? mba tukernya dr mana itu? mungkin next time, kalo mw ke china, tukar di bank ku aja, HSBC :D.. makanya kita utk urusan Yuan bnyk bgt syaratnya.. bagi yg mau setor, uangnya hrs bagus, ga ada robek, dan thn pembuatan minimal 5 thn terakhir.. trs, hrs denominasi 100.. di bawah itu hsbc ga mau trima sih, krn memang bnyk bgt dipalsuin..

    aku jd inget pas ke tiananmen square, itu pas feb, suhu minus 7... dan anginnya gila kenceng.. sialnya,. suami kehilangan sarung tangannya 1 ;p.. nth jatuh di mana :D.. jdilah tangan dia beku sebelah ;p.. tpaksa hrs masuk ke kantong jaket.. trs kita kliling nyari yg jual gloves :D

    tapi sbnrnya kliling sendiri tanpa travel agent itu nyenengin mbak :D.. bebas kemana aja , dan kdg bisa nemuin tempat2 ga terduga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha iyeee beneran, ntar nuker di HSBC dah tapi ratenya gimana mba faaan hahahaha. Travel tanpa agen enak, tapi kadang kl bawa anak lbh repot euy... apalagi kl baru pertama kali :D

      Delete

Back
to top