Yuk Jadi Ibu Cerdas yang Peduli Lingkungan

Hei ho!
Weekend gini enaknya ngomongin masalah beberes dan urusan rumah tangga lainnya. 

Ibu-ibu pada sadar ngga sik kalau sekarang zaman udah berubah, teknologi udah makin canggih, anak-anak tambah pinter, pergaulan semakin serem dan informasi lebih mudah didapat? Oh iya jangan lupa juga, semakin bertambah tahun bumi kita semakin tua, banyak polusi, semakin ngga nyaman dan udara berasa tambah panas karena lapisan ozon semakin menipis. Saya sadar banget sama perubahan zaman dan sebagai seorang Ibu, saya sebisa mungkin mempersiapkan keluarga untuk mengantisipasi dan beradaptasi dengan semua perubahan yang ada. 

Ngga pernah ada yang bilang jadi Ibu itu mudah, mau Ibu bekerja, freelancer  atau Ibu rumah tangga, tantangan dan resikonya banyak banget. Para Ibu kadang harus juggling untuk mengatur waktu antara pekerjaan, hobi, keluarga, urusan rumah tangga dan me-time. Kesemuanya harus berjalan beriringan, balance dan tidak ada yang dikorbankan atau diabaikan, ya ngga?

Ibu cerdas, peduli keluarga & lingkungan
Saat ini, para Ibu dituntut menjadi Ibu cerdas yang tidak hanya berpikir untuk keperluan keluarga saat ini tapi juga masa yang akan datang. Cerdas disini adalah tentang bagaimana kita merawat keluarga, mengurus rumah dan isinya, mengelola keuangan rumah tangga, serta pastinya merawat diri kita sendiri.

Pertanyaannya, apakah semua Ibu sudah memikirkan masa depan keluarganya saat ini? Menurut saya, iya. Sangat baik jika semua ibu di Indonesia ini adalah Ibu yang cerdas, mereka begitu memikirkan cara meningkatkan kualitas hidup keluarga untuk lebih baik. 

Kadang suka bingung dan mikir, bener ngga sih saya sudah menjadi Ibu yang cerdas? Sekarang saya coba beri contoh, tindakan-tindakan apa siiih yang bisa dilakukan para Ibu menjadi Ibu cerdas. 

5 CARA MENJADI IBU CERDAS 
1. Menerapkan Pola Hidup Sederhana / Hemat
Pola hidup hemat dan sederhana harus ditanamkan sedini mungkin dikeluarga, meskipun saat ini mungkin keluarga kami berkecukupan, tetapi saya tidak setuju apabila Raya menghambur-hamburkan makanan atau tidak peduli terhadap barang yang dimilikinya. Menurut saya pola hidup sederhana dapat membentuk Raya menjadi anak yang tidak boros dan peduli terhadap sesama. 
Contoh berhemat yang saya lakukan untuk keluarga adalah: 
  • Membawa bekal untuk saya, Raya & Abah. Memang mempersiapkan bekal untuk keluarga itu agak ribet karena harus bangun pagi, dan mempersiapkan semuanya, tapi efek dari keribetan tersebut sangat baik, diantaranya keluarga merasa diperhatikan karena telah dibuatkan makanan, makanan terjaga keamanan dan kebersihannya, plus saya bisa menerapkan hidup hemat. 
  • Membedakan antara keinginan dan keperluan, contohnya urusan mainan Raya, jujur saya jarang membelikan Raya mainan karena Raya sudah dapat banyak dari kado-kado ulang tahun. Apabila Raya meminta mainan lain, saya tidak akan memberikannya karena itu bukan kebutuhan pokok. 
Biasakan anak makan dirumah dan tidak jajan
2. Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini
Karena saya bukan lajang lagi yang bisa bebas kesana kemari, bebas memakai uang untuk kesenangan sendiri, saya dan abah sudah mempersiapkan kebutuhan untuk masa depan dari awal kami menikah, seperti menyiapkan dana pendidikan untuk Raya. 

Biaya pendidikan yang naik dari tahun ke tahun dapat diatasi dengan persiapan dana pendidikan sedini mungkin. Sekarang ini banyak bank yang menawarkan tabungan khusus untuk membiayai pendidikan, kita bisa manfaatkan hal tersebut untuk menyimpan uang kita khusus untuk biaya pendidikan Raya.

Dana pendidikan Raya sudah kami persiapkan sedini mungkin
3. Menggunakan Produk Ramah Lingkungan.
Dengan menggunakan produk ramah lingkungan, selain bisa berhemat, kita juga bisa hidup lebih sehat. Misalnya saja kita mengganti penggunaan kantong plastik, menjadi kantong yang terbuat dari kain, yang bisa dipakai berulang-ulang. Atau membawa air minum dari rumah dengan menggunakan tempat minum atau tumbler, sehingga kita sudah meminimalisir pembelian air minum berkemasan plastik diluar.

Lalu untuk di rumah, jika kita menggunakan kulkas, ada baiknya kulkas yang kita gunakan adalah kulkas ramah lingkungan. Karena saya sendiri pun menerapkan hal tersebut. Saya menggunakan kulkas yang sudah punya teknologi econavi, yaitu sensor yang bisa mendeteksi kondisi pemakaian si kulkas itu sendiri, jadi secara otomatis kulkas tersebut akan memaksimalkan penghematan energi.

Kulkas hemat energi yang ramah lingkungan 
4. Meluangkan Waktu Bersama Keluarga
Untuk saya dan sebagian orang yang menjadi ibu sekaligus wanita karir, mungkin ini hal yang sulit. Karena kami harus membagi waktu kami yang hanya sedikit untuk keluarga dan pekerjaan. Tapi bukan mustahil, disela-sela kesibukan kita, kita juga bisa mencurahkan banyak perhatian untuk mereka.

Misalnya saya, setiap pagi saya pasti siapkan sarapan untuk mereka, sarapan bersama mereka, siangnya saya akan menghubungi mereka bagaimana pelajaran disekolah, apa sudah makan atau belum, dan hal-hal lain untuk mencurahkan perhatian kita. Malamnya, kalau saat saya pulang kerja mereka belum tidur, saya akan menyempatkan untuk berbincang2 sejenak menanyakan kegiatan mereka hari ini. Atau sekedar bersenda gurau sambil mereka memijit pundak saya. 

Dan saat weekend tiba, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berkumpul bersama suami dan anak-anak saya. Kami terkadang jalan-jalan keluar, tapi lebih sering menghabiskan waktu dirumah dengan nonton film bersama, atau memasak bersama. Yah, pokoknya kegiatan yang bisa jadi pelepas rindu karena selama seminggu kita sulit menikmati waktu bersama.

Selalu luangkan waktu untuk keluarga
5. Menghemat Penggunaan Air
Sebagai Ibu, kita juga bisa mengendalikan penggunaan air dirumah. Selain menghemat air, sebenarnya ini juga berdampak pada pengurangan biaya air yang harus dibayar (kalau seperti saya yang pakai air PAM). 

Coba deh kita cari tahu apa sumber panggunaan air yang paling banyak dan bisa kita minimalisir? Mandi? Mandi memang menggunakan banyak air tapi sulit bagi kita menghemat air untuk mandi. Menyiram tanaman? Bisa, saya biasanya menyiram tanaman hanya di pagi hari sebelum berangkat ke kantor. Mencuci? Bisa, kalau kita bisa lebih cerdas memilih mesin cuci. Saya sendiri sekarang mesin cuci yang bisa lebih menghemat air karena memiliki teknologi econavi inverter yang memiliki tiga sensor yang mampu membaca kondisi cucian, untuk mendeteksi berapa banyak cucian, suhu air yang digunakan, serta bahan pakaian yang dicuci. Selain menghemat air, kita juga dapat menghemat waktu dan energi.

Gunakan mesin cuci dengan teknologi econavi inverter
Jadi gimana?
Sudah kebayang kan, apa-apa saja yang bisa dilakukan untuk menjadi Ibu cerdas?
Berpikir dengan cerdas, bertindak dengan hati-hati, dan selalu memikirkan sesuatu untuk jangka panjang, bukan hanya untuk saat ini saja. Maka dari itu saya katakan kalau semua ibu seharusnya bisa menjadi seorang ecomom. Kenapa? Ya, karena kita ingin hidup kita dan keluarga jadi lebih baik dalam segala hal, baik itu kesehatan, keuangan atau kebahagiaan. Walaupun kedengarannya seperti hal sepele, tetapi hal-hal tersebut akan berdampak besar kepada kita nantinya. Semua hal diatas akan menentukan bagaimana hidup kita dikemudian hari.

Karena setiap ibu pasti cerdas! Orang-orang seperti saya yang punya kesibukan diluar rumah, kita juga bisa menjadi sIbu cerdas serta membuat hidup kita dan keluarga selalu aman, nyaman dan membahagiakan. Bukan hanya untuk hari ini tapi juga besok, besoknya lagi, seterusnya dan seterusnya, untuk selamanya. :) 

CONVERSATION

14 comments:

  1. Replies
    1. Aku ngga bisa itung2an gimana dong mba.. #eh XD

      Delete
  2. setuju mba tipsnya ibu cerdas itu bisa hemat tapi tetap utamakan sehat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Utamakan itu selamat neng hervaaaa.. bukan sehat hihihi nuhun yaks!

      Delete
  3. Kak ... kasih contoh pergaulan makin serem itu yang gimana ??? #SumpahBelagakBego

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kaak masa ngga ngerti sih pergaulan serem, itu lhooo pergaulan yg kemana2 bawa2 golok, dikit2 bacok, pukul, hantem.. itu kan serem banget!!!

      Delete
  4. Replies
    1. Komen konten pliiis jangan salfok ke Yaya hahahhahah XD

      Delete
  5. Iya tuuuh setuju, harus hemat dan punya waktu dgn keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget bu! Keluarga kan nomor satu ya

      Delete
  6. Suka susah hemat air. Padahal kalau air ledeng udah saat, eh, berhenti mengalir, kemudian misuh2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia, tapi ledeng kadang suka saat ngga puguh, jadi ngerasa rugi dah bayar XD

      Delete
  7. Kalau suami nggak dinas luar, kalau kerja pasti aku bawain bekal. Daripada bingung mau makan apa, ke tempat makannya juga mesti bawa motor/mobil (ngirit bensin hihi), belum parkirnya trus kalau makan di luar ya budget makan siang membengkak :D Amannya bawa bekal aja deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, suamiku pun suka kalau dibawain bekal, katanya istri terkesan perhatian & malah pamer2 sama temennya hahahah XD

      Delete

Back
to top